Showing posts with label Dasar-dasar Photography. Show all posts
Showing posts with label Dasar-dasar Photography. Show all posts

Penulis: budikoral

Lensa pada kamera gambar diam sangat besar peranannnya. Pada peralatan kamera hasil foto 80% dipengaruhi oleh lensa. Maka dalam dunia photography seorang juru foto harus mengetahui jenis-jenis lensa, fungsi dan kegunaannya pada saat memontret. Juga tak kalah pentingnya adalah karakteristik yang dihasilkan dari tiap-tiap lensa tersebut. Berikut adalah beberapa pembagian jenis lensa yang biasa dipakai dalam dunia photography :

1. Lensa Normal

Panjang focalnya 50 mm, lensa normal atau lensa standar ini menghasilkan pandangan yang sama dengan pandangan manusia normal, makannya disebut lensa normal. Sudut pandangan sekitar 45 derajat. Jadi apa yang kita lihat dengan mata akan sama dengan apa yang kita lihat melalui lensa.

Lensa normal 50 mm


2. Lensa Lebar

Panjang focalnya antara 17 hingga 35 mm. Sudut pandangan yang terbentuk lebih lensa wide ini dari 75 derajat. Biasa dipakai untuk memotret panorama, dokumentasi dan dunia jurnalistik. Ada lagi lensa jenis ini yang sering disebut fish eye lens atau lensa mata ikan. Sudut pandangan yang terbentuk hingga 150 derajat , bahkan beberapa merek tertentu ada yang membuat dengan sudut pandangan hingga 180 derajat. Bisa dibayangkan foto yang dihasilkan sangat distorsi. Memang aneh, tapi sangat menarik juga untuk dilihat.

Lensa super fisheye 6 mm sudut 220 derajat


3. Lensa Jauh

Sesuai dengan namanya lensa jauh atau lensa tele ini berfungsi untuk mengambil objek yang jauh, jadi kesannya objek menjadi dekat dengan kita. Biasanya panjang focalnya 70 mm hingga 300 mm, bahkan untuk yang super tele ada yang mencapai 2000 mm, bahkan lebih. Sudut yang terbentuk hingga 4 derajat. Mempunyai depth of field atau ruang tajam yang sempit. Sehingga daerah dibelakang objek akan sangat kabur atau blur.

Lensa tele 1000 mm

4. Lensa Zoom

Lensa ini adalah gabungan atau variasi dari ketiga jenis lensa diatas biasa disebut vario lens. Jadi dalan satu lensa sudah mencakup beberapa ukuran panjang focal. Contohnya lensa zoom 17-35 mm, 28-85 mm, 80-200 mm. Lensa jenis ini yang banyak di pakai oleh para juru foto, karena untuk memotret objek yang berbeda atau komposisi yang berbeda kita tidak perlu berubah posisi, cukup dengan menggeser zoom sesuai keinginan.

Lensa zoom tele 1200-1700 mm

5. Lensa Makro

Ada juga yang menyebutnya lensa mikro. Secara umum memang sama dengan lensa diatas, baik fisik maupun sudut pandangannya. Yang berbeda hanya pada jarak focus terdekatnya. Biasanya kemampuan lensa hanya dalam jarak 50 cm saja, tetapi dengan lensa ini bisa lebih dekat hingga 10 cm. Makanya biasa dipakai untuk memotret benda-benda atau objek yang kecil sehingga menjadi besar / makro.

Lensa makro 85 mm


Dari jenis-jenis lensa diatas masing-masing mempunyai karakteristiknya masing-masing dan juga kegunaanya. Keunggulan dan kelemahannya juga ada. Kita tinggal memilih mana kebutuhan yang pas dengan kegiatan kita memotret. Dan jangan lupa teruslah memotret.

Penulis: budikoral

Ruang tajam atau bahasa kerennya depth of field (DOF) jarang dibahas dalam diskusi tentang photography apalagi diseminar-seminar. Ini karena pengetahuan tentang ruang tajam merupakan hal dasar yang dianggap sudah di pahami betul oleh seorang photographer.

Tetapi dari perbincangan kede kopi yang saya lakukan dengan beberapa photographer baru, ada sedikit kebinguangan begitu bahasan sampai pada ruang tajam. Mereka tidak pernah tahu atau mengerti tentang ruang tajam. Padahal kalo mereka membaca buku-buku tentang dasar photography, semua dijabarkan dengan sangat jelas dan detil.

Menggunakan Bukaan Aperture besar

Berbicara tentang ruang tajam saya akan memaparkan secara sederhana pada tulisan ini. Karena kalau dijabarkan secara komplek akan muncul banyak rumus-rumus dari mana datangnya ruang tajam. Secara sederhana ruang tajam adalah daerah yang masih terlihat jelas/tajam didepan dan belakan dari titik focus. Contohnya saya misalkan objek berada 3 meter dari depan lensa. Ada ruang atau daerah beberapa meter didepan dan dibelakang objek masih terlihat tajam terlihat di hasil foto.

Menggunakan Bukaan Aperture kecil

Berapa besarnya ruang tajam itu?. Besarnya daerah tajam secara umum tergantung dari panjang focal lensa, f-stop atau diagframa yang digunakan dan jarak objek dengan lensa. Walau pemakaian jenis kamera juga sedikit mempengaruhi. Semakin besar panjang focal lensa akan semakin sempit ruang tajamnya. Semakin besar bukaan diafragma semakin sempit ruang tajamnya. Semakin dekat jarak objek juga akan semakin sempit ruang tajamnya. Begitu juga kebalikannya.

Saya contohkan untuk jarak objek 3 meter dengan menggunakan lensa normal 55 mm dan diafragma f/16. Dari perhitungan didapat ada jarak sepanjang 1,11 meter didepan objek dan 4,08 meter dibelakang objek masih terlihat tajam. Untuk gampangnya coba hitung pada Depth of Field Calculator ini.

Saya tekankan kepada anda bahwa untuk menghasilkan foto yang baik dan bagus bukan hanya didasarkan pada ruang tajam yang digunakan. Tetapi banyak yang mempengaruhinya, misalnya teknik, komposisi, sudut pengambilan dan banyak lagi faktor pendukung lainya. Atau paling gak komposisi teknik sudah kita kuasai dari sekarang. Dan jangan lupa teruslah memotret.

Penulis: budikoral

Untuk menggunakan kamera SLR atau kamera lensa reflek tunggal pertama yang harus di ketahui adalah fungsi dari masing-masing bagian kamera. Secara umum kamera jenis ini terdiri dari tiga bagian besar, yaitu tombol pelepas rana, pengatur kecepatan rana dan ring pengatur diafragma.

Untuk kamera automatic focus atau SLR Digital pengatur kecepatan dan diafragma dapat diatur secara cepat dengan fasilitas-fasilitas tombol atau scroll di body kamera. Ini sangat berbeda dengan kamera manual yang semua pengaturan kamera karus kita sendiri yang mengesetnya.

Untuk memudahkan penjelasan ada baiknya kita kembali sebentar ke belakang. Maksudnya supaya gampang di cerna. Makanya saya contohkan kamera kakek kita yang manual itu. Pada kamera ini pengatur kecepatan rana biasanya terdapat pada bagian atas kanan dari body kamera, berdekatan dengan tombol pelepas rana. Sebagaimana fungsinya adalah sebagai pengatur kecepatan bukaan layar rana.

Pengaturnya berbentuk bulat seperti silinder pipih, biasanya terdapat tulisan angka-angka pengatur, mulai dari angka 1-2-4-8-15-30-60-125-250-500-1000 dan 2000, bahkan ada yang sampai 4000 seperti pada kamera jenis Nikon Fm2. Angka ini menyatakan seperdetik. Artinya kalau angka 60 menyatakan 1/60 detik, angka 125 menyatakan 1/125 detik begitu juga untuk yang lainnya.

Jenis kamera manual

Ring diafragma, biasanya terdapat pada bagian lensa atau menyatu dengan lensa dekat body kamera, terdapat beberapa angka mulai dari 1,8 – 2 – 2 ,8 – 3,5 – 4 – 5,6 – 6,3 – 8 – 11 – 16 – 22 – 32. Makin kecil angka semakin besar bukaan diafragma, begitu juga sebaliknya. Angka ini akan berhubungan dengan ruang tajam (akan dibahas pada artikel ruang tajam).

Pada dasarnya kedua pengaturan diatas adalah sama, yaitu mengatur cahaya yang masuk menyinari film. Pengatur kecepatan rana berfungsi mengatur lamanya cahaya menyinari film, sedangkan diafragma sama seperti pupil mata yaitu mengatur banyaknya cahaya yang masuk menyinari film.

Yang harus di pegang sebagai pedoman kita adalah film harus disinari dengan pencahayaan normal. Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih (ini yang kita sebut nantinya dengan istilah under atau over exsposure). Nah, untuk mendapatkan cahaya normal ini kita yang mengaturnya dengan penyetelan diagfragma atau kecepatan.

Pada kamera SLR digital sekarang ini, pengaturan-pengaturan demikian bisa tidak dipakai lagi. Kita tinggal memilih tombol pengaturan otomatis yang terdapat pada body kamera. Biasanya diistilahkan dengan pengaturan mode. Pilihan mode yaitu M-Av-Tv-P, dan ada beberapa pilihan yang lain tapi biasa yang digunakan adalah seperti yang saya sebutkan diatas.

Pengatur Mode pada kamera digital

Mode M maksudnya manual, kita mengatur sendiri aksposurnya seperti pada kamera manual diatas, jadi prinsip manual tetap dipakai pada kamera canggih sekalipun. Mode Av maksudnya prioritas diafragma, kita mengeset diafragma yang akan kita pakai. Selanjutnya kamera akan mengatur sendiri kecepata rana sehingga di akan dapat pencahayaan normal tadi. Mode Tv, kebalikan dari Av, kecepatan yang menjadi prioritas. Mode P adalah program, kamera sendiri yang mengatur komposisi antara diafragma dengan kecepatan sehingga pencahayaan yang di dapat normal.

Pada jenis kamera film yang menerima cahaya adalah rol film yang dipasang pada body kamera. Sedangkan kamera digital posisi film digantikan oleh kepingan CCD atau CMOS. Bagi yang sudah lama bermain di kamera film anda tidak perlu khawatir dengan kamera digital. Karakteristik kepingan pemindai tadibisa dibilang sama dengan film. Tetapi yang dihasilkan adalah data digital warna-warna pembentuk gambar dari foto kita.

Sampai disini saya kira kita sudah bisa mulai memotret dan mencoba menerapkan apa yang saya paparkan dalam artikel ini.